Al Irsyad Al Islamiyyah Pamekasan sangat anti dan memerangi dengan serius isu bullying di sekolah. Betapa tidak, jika merujuk dari berbagai penelitian yang dilakukan, hampir semuanya menyatakan bahwa bullying berdampak serius pada kehidupan seseorang. Alih-alih jika itu terjadi kepada seorang anak yang sedang bertumbuh dan berkembang. Maka demi masa depan yang lebih baik, bullying terhadap anak harus dibasmi dari lingkungan sosialnya terutama di sekolah dan di rumah.
Bullying hadir awalnya karena pengaruh sosial yang buruk, baik terhadap pelaku maupun korban. Dari sisi pelaku, bisa jadi ia adalah korban bully di tempat lain ataupun di masa lalunya yang kemudian berubah menjadi pelaku pada saat sekarang. Atau bisa jadi ia tidak sadar bahwa tindakannya masuk dalam kategori bullying karena pengawasan dan awareness lingkungannya yang kurang terhadap kasus bullying ini. Dari sisi korban, ia dibully karena dianggap memiliki kemampuan berbeda dari lingkungannya. Kami menyebut berbeda bukan berarti ia lebih buruk. Sebagai contoh, seringkali label dan sebutan untuk pintar disematkan kepada anak yang jago matematika sementara anak yang tidak terlalu pandai matematikanya dicap kurang baik. Padahal dalam bidang lain, olahraga misalnya, anak yang yang kurang pandai matematikanya tadi adalah anak yang mahir bermain tennis dan paling cepat larinya daripada anak yang jago matematikanya.
Orang tua dan sekolah adalah 2 lingkungan pembentuk kepribadian utama bagi seorang anak. Maka cara mengapresiasi dan memuji anak dalam satu hal, tidak perlu menjatuhkan anak lainnya. Contohnya saja
" Gapapa nak kamu ga jago olahraganya, yang penting nilai matematika kamu bagus. Daripada si fulan, cuma larinya saja yang cepat..".
Berhenti membandingkan kondisi anak kita dengan kondisi anak lainnya. Setiap orang diciptakan dengan keistimewaan masing-masing.